Senin, 30 Juli 2012

Keunikan Tarian Giring – giring

Tari Giring Giring, acara Ground Breaking PT Batulicin Steel
Keserasian antara ritme musik dan gerakan menjadi daya tarik pertunjukan tari giring – giring.
Acara Ground Breaking PT. Batulicin Steel yang dilaksanakan 4 Juli 2012 di desa Sungai Dua yang melibatkan dua ras budaya yang berbeda, budaya Indonesia Tarian Giring-giring dan China atraksi Kungfu Shaolin serta pertunjukan barongsai. Hari itu tamu undangan tampak begitu tenang dan senang menyaksikan parade budaya yang dilakukan dua Negara yang berbeda ras ini. Seperti yang dikatakan Bupati Tanbu dalam sambutannya mengatakan, “Parade budaya ini dilakukan agar dapat melestarikan budaya yang ada di Negara kita dan sebagai pemersatu serta hiburan untuk tamu undangan yang sebelumnya belum pernah melihat langsung beberapa dari sekian banyak keanekaragaman budaya dan seni di Indonesia”, salah satunya Tarian Giring-giring yang berasal dari Kalimantan Tengah yaitu Suku Dayak Ma’anyan.
Tari giring-giring ini disebut Gangereng dan dipopulerkan oleh kalangan suku Dayak Ma’anyan. Tari giring – giring merupakan jenis tarian yang mengambarkan suasana gembira, sehingga tarian ini biasanya digunakan untuk menyambut kedatangan tamu–tamu istimewa. Selain itu, tarian ini juga ditampilkan pada acara –acara dengan suasana gembira, acara selingan dan terkadang juga dijadikan tarian pergaulan oleh para muda–mudi Kalimantan.

Pada pementasan tari giring – giring, biasanya penari akan membawa alat yang disebut dengan giring–giring. Alat ini terbuat dari bambu tipis (telang) yg diisi dengan biji “piding” sehingga menghasilkan suara yang ritmis dengan alunan kangkanong (gamelan) oleh penarinya. Cara menarinya yaitu dengan menghentakkan satu tongkat ke lantai yang dipegang di tangan kiri dan di tangan kanan memegang bambu yang di dalamnya berisi kerikil sambil digoyang-goyang agar mengeluarkan bunyi, sedangkan kaki maju mundur mengikuti irama lagu dan biasanya dimainkan lebih dari 8 orang dan dibagi dalam dua kelompok penari dan pemegang giring-giring.

Keserasian dari gerakan tangan dan kaki itulah yang menimbulkan keindahan dan menjadi daya tarik untuk menontonnya. Ditambah lagi keserasian antara ritme musik dan gerakan penarinya itulah yang menjadi daya tarik bagi orang menonton pertunjukan tari giring–giring, bahkan mendengar ritme yang dimainkan membuat para penonton ingin ikut bergoyang layaknya para penari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar